cara upload editorial di shutterstock
1 Langkah pertama, kamu bisa mendaftar kontributor Shutterstock pada halaman kontributor Shutterstock. 2. Daftarkan data diri kamu dengan sebenar-benarnya, lalu klik Next. 3. Setelah itu, verifikasi alamat email kamu, lalu klik Next. 4. Isi alamat tempat tinggal dengan sebenar-benarnya, lalu klik Next .'. 5.
PerbedaanCommercial Dan Editorial Di Shutterstock - Di pembahasan kali ini kita akan belajar membedakan foto editorial use only dan commercial use only di shutterstock, kalian pasti pernah mengalami gambar yang kalian submit di tolak oleh pihak Shutterstock dengan keterangan model release atau property release. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan.
ShutterstockStudios menyediakan solusi kreatif yang dibuat sesuai pesanan, mulai dari pengonsepan hingga pengiriman akhir. Lagu, termasuk klip pendek, ulang, dan stem kelas dunia. TurboSquid adalah referensi industri untuk model 3D profesional. Dapatkan informasi terbaru mengenai berita terkini dan kabar aktual yang sedang trending.
Langkahyang pertama kamu kunjungi situs Contributor Shutterstock dan login ke akun pribadimu. Pada halaman utama Contributor Shutterstock, kamu klik tombol Upload Image. Selanjutnya klik Multiple Files, kemudian cari file vector yang ingin diupload dan klik Next . Gambar 1 Cara Submit Vector ke Shutterstock.
CaraUpload Foto Shutterstock Yang Benar. Silahkan akses dashboard shutterstock, lewat email dan password yang telah kita registrasikan tadi. Klik tombol Upload berwarna merah, Nantinya kita akan di bawa drag dan drop. Pilih file dari desktop atau HP. Lalu Upload (Jika file lebih dari 50 mb, file tersebut harus kita upload via FTP)
Frau Sucht Mann Zum Schwanger Werden. Selamat pagi siang sore atau malam freelancer mania, kembali lagi nih di blog fiverr addict. Semoga temen-teman semua masih setia baca artikel di blog fiverr addict ini, dan juga nonton video youtube di channel fiverr untuk pembahasan kali ini, masih seputar dunia microstock, yaitu shutterstock, karena mimin sendiri lagi fokus di dunia microstock khususnya shutterstock ini. Nah pembahasannya mengenai cara upload foto jenis editorial, tapi sebelumnya teman-teman harus tahu dulu nih, apa itu foto editorial, jadi foto editorial itu adalah foto yang fungsinya hanya bisa dan hanya boleh untuk kepentingan berita, media cetak maupun media online, termasuk juga buat kebutuhan penulisan di blog, karena biasanya artikel di blog atau website mengandung unsur berita atau jurnalistik. Dan foto editorial ini pastinya tidak boleh untuk kebutuhan komersial, contohnya iklan baliho, pamflet, brosur, banner iklan, kebutuhan iklan di TV dan lain kualifikasi foto yang pantas untuk masuk ketegori editorial antara lain, karena di foto terdapat logo, karya seni, orang, bangunan bersejarah, dan harus real bukan editan atau gabungan beberapa foto dijadikan satu. Sebenarnya kualifikasi foto yang mengandung gambar orang, karya seni, logo, atau bangunan bersejarah juga bisa dimasukkan kualifikasi foto komersial bukan editorial, tapi harus mengikutsertakan dokumen model rilis atau properti rilis, semacam perjanjian atau peryataan yang menyataka foto tersebut diperbolehkan untuk dijual secara komersial. Tapi jika tidak memungkinkan ya kita masukkan saja di kualifikasi foto editorial, ya mungkin karena sulit mendapatkan model rilis atau properti rilisnya, contohnya kita tidak kenal orang yang ada di foto karena kita shot foto di tempat wisata yang banyak orang dan tidak mungkin meminta model rilis satu per foto editorial ini mengandung unsur jurnalistik atau pemberitaan, jadi tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi, yang penting fotonya jelas dan tidak membingungkan orang, jadi kemungkinan di approve oleh shutterstock semakin berikut ini langkah-langkahnya untuk upload foto di shutterstock1. Untuk langkah pertama, kalian bisa edit sedikit warna atau kontras fotonya agar tidak terlalu gelap atau terlalu terang bisa pakai aplikasi apa saja, bisa di laptop bisa juga di Kemudian langkah kedua kalian buka dasbor shutterstock dan drag foto kalian3. Kemudian kita klik dulu nih pilihan "editorial"4. Step selanjutnya kita isikan deskripsi, nah di step ini perlu diperhatikan ya, khusus foto editorial deskripsi harus mengandung unsur 5W1H What, who, why, when, where, dan HowWhat Apa?Who Siapa?Why Mengapa?When Kapan?Where Dimana?How Bagaimana?Tapi pada prakteknya, kadang tidak terlalu lengkap tidak apa-apa, misalnya tidak ada unsur "How" atau "Why", juga bisa contoh penulisannya bisa seperti ini,"Yogyakarta Indonesia, 31 may 2021 a woman wearing a long-sleeved shirt is taking a photo of the reliefs of the Prambanan temple"5. Lalu selanjutnya jangan lupa pilih kategori dan terakhir isikan keyword dan kemudian klik submitOke, selesai sudah langkah-langkah upload foto editorial di shutterstock, tinggal nunggu pihak shutterstock mereview fotonya. Saya sendiri biasanya jarang ditolak kalau upload foto editorial, kalau pun ditolak biasanya karena keyword atau deskripsinya kurang relate dengan foto. Jadi buat freelancer mania sekalian silahkan kalau mau mencoba tips ini, semoga bisa bermanfaat ya. Kita ketemu lagi di pembahasan selanjutnya, terima kasih fiverraddict Share
Cara Upload Foto Editorial Sebagai Solusi Agar Foto Diterima di Shutterstock Tanpa Release – Bagi teman-teman yang baru bergabung menjadi contributor Shutterstock, mungkin masih banyak yang bingung dengan perbedaan lisensi foto editorial dan foto komersial. Ada baiknya Anda pelajari dulu perbedaannya sehingga meminimalisir foto ditolak oleh Shutterstock. 1. Kategori Komersial Sederhananya, foto yang dikategorikan komersial adalah foto yang bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan yang bersifat iklan atau komersial. Misalnya untuk iklan di majalah, televise, banner, billboard, cover buku dan lain sebagainya. Pada foto komersial, tidak boleh terlihat unsur tulisan, logo, brand ataupun elemen-elemen yang mencirikan sebuah produk dari suatu perusahaan. Khusus untuk foto yang ada obyek orangnya dan terlihat jelas di foto, maka harus menyertakan model release yang berisi persetujuan dari orang tersebut. Formulir model release sudah disediakan oleh Shutterstock. Anda tinggal mendownload dan mengisinya. Demikian juga untuk foto yang memuat hasil karya seni misal lukisan, graffiti, mural, desain interior ataupun private property maka harus menyertakan property release yang berisi ijin dari pemilik property. Mengenai apa itu model release, jenis dan cara pengisiannya akan saya bahas di artikel selanjutnya. 2. Kategori Editorial Foto editorial hanya boleh dipakai untuk keperluan yang bersifat informasi atau editorial seperti berita di media online, majalah, surat kabar serta edukasi dan tidak boleh digunakan untuk keperluan komersial atau promosi apapun. Karena mengusung unsur jurnalistik, maka harus seotentik mungkin dan mengandung unsur berita atau peristiwa tertentu. Sehingga kebalikan dari komersial, disini boleh ada obyek orang, tulisan, logo, brand, karya seni atau private property tanpa perlu adanya release. Jadi foto editorial bisa menjadi solusi apabila Anda menghadapi kendala saat ditolak mendaftarkan foto sebagai commercial. Anda bisa coba beberapa tips agar foto diterima Shutterstock di bawah ini Ketika foto mengandung brand, logo atau tulisan, bila ingin submit sebagai foto commercial maka kita harus menyertakan ijin atau release. Jika tidak bisa mendapatkan release, maka hilangkan brand/logo/tulisan melaui proses editing agar bisa disubmit sebagai commercial. Jika kedua hal tersebut tidak bisa Anda lakukan maka submit sebagai editorial. Ketika foto terdapat orang yang bisa dikenali recognizable person, gedung atau bangunan private property dan karya seni artwork, bila ingin submit sebagai commercial maka harus menyertakan release. Jika tidak bisa maka foto tersebut bisa Anda submit sebagai editorial. Cara Upload Foto Sebagai Editorial Cara upload foto sebagai Editorial hampir sama dengan Commercial, hanya saja di bagian type pilih Editorial. Lalu format judulnya ikuti format deskripsi editorial berikut. FORMAT DESKRIPSI UNTUK FOTO EDITORIAL City, State / Country – Month Day Year Description. Pada deskripsi gambar untuk jenis foto editorial, Anda harus mencantumkan nama kota, nama negara, tanggal hari, bulan dan tahun saat Anda mengambil foto tersebut. Selanjutnya, masukkan keterangan gambar sesuai pedoman jurnalistik mencakup 5W1H Who, When, Where, What, Why, How yang bersifat newsworthy atau penjelasan seperti berita. Contoh BEKASI, INDONESIA – AUGUST 30, 2020 Asian woman with face mask using shopping cart and buying groceries in the supermarket during coronavirus covid-19 pandemic. Untuk type foto editorial biasaya untuk approval memakan waktu yang lebih lama daripada foto commercial, bisa sampai 1-2 hari. Jika masih bingung tentang cara upload foto, cara mengisi metadata dan cara submit foto silahkan simak di artikel sebelumnya yang bisa anda pelajari lagi disini. Contoh Kasus Foto Commercial vs Editorial Berikut beberapa contoh penerapan usage commercial dan editorial pada foto yang saya submit. 1. Foto pertama adalah makanan yaitu sayur nangka. Foto tersebut saya masukkan sebagai commercial karena bebas dari elemen hak orang lain. Pilih usage commercial dan isi deskripsi seperti biasa tanpa harus mencantumkan tempat dan tanggal pengambilan gambar sebagai berikut “Sayur nangka is an Indonesian traditional food made from young jackfruit. Served in white bowl on wooden table”. 2. Foto kedua yaitu foto orang yang sedang berkebun. Karena terdapat gambar orang yang bisa dikenali maka harus menyertakan model release. Berhubung saya tidak kenal dengan orangnya, maka saya submit sebagai editorial. Kemudian meskipun foto selanjutnya tidak terlihat bagian wajah sehingga tidak bisa dikenali, namun karena di bajunya ada tulisan maka saya tidak bisa submit sebagai commercial. Sebenarnya tulisan bisa dihapus menggunakan Photoshop, namun karena posisinya sulit sehingga tidak mudah untuk dihapus. Pilih usage editorial dan isi deskripsi dengan format tempat dan tanggal pengambilan gambar sebagai berikut “BEKASI, INDONESIA – OCTOBER 21, 2020 Gardener man planting flowers in the garden at morning”. 3. Foto ketiga adalah foto saya sendiri dengan tema ibu rumah tangga sedang memasak, tentunya dengan mudah saya bisa membuat model release sehingga saya submit sebagai commercial. Pilih usage commercial dan isi deskripsi seperti biasa tanpa harus mencantumkan tempat dan tanggal pengambilan gambar sebagai berikut “Asian housewife woman chef looks happy wearing apron give an okay sign, standing isolated over blue background”. Kemudian upload model release dengan mengklik tanda plus pada menu “Releases”. 4. Foto keempat adalah foto sungai. Meskipun tampaknya foto tersebut memenuhi syarat sebagai foto commercial, namun bila diperbesar ternyata terlihat ada gambar orang dan kendaraan yang melintas sehingga harus disubmit sebagai editorial. Pilih usage editorial dan isi deskripsi dengan format tempat dan tanggal pengambilan gambar sebagai berikut “CIKAMPEK, INDONESIA – OCTOBER 21, 2020 Cikampek river in Cikampek, West Java Indonesia”. 5. Foto terakhir adalah foto saya sedang berbelanja di supermarket. Meskipun saya bisa dengan mudah membuat model release, namun karena terlihat banyak brand dan tulisan dari suatu produk, maka mau tidak mau saya harus submit sebagai editorial. Pilih usage editorial dan isi deskripsi dengan format tempat dan tanggal pengambilan gambar sebagai berikut “BEKASI, INDONESIA – AUGUST 30, 2020 Asian woman with face mask using shopping cart and buying groceries in the supermarket during coronavirus Covid-19 pandemic”. Semoga contoh cara jual foto di Shutterstock di atas dengan mudah bisa Anda terapkan saat submit dan menjadi solusi agar foto-foto Anda bisa diterima dengan mudah. Nantikan artikel selanjutnya tentang cara membuat model release di Shutterstock.
Cara Terbaru Upload Foto Di Shutterstock – Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang Cara Daftar Jadi Contributor Shutterstock. Mungkin bagi Anda yang baru bergabung masih kebingungan bagaimana cara upload foto di Shutterstock beserta cara membuat deskripsi dan keyword. Sebelum saya jelaskan lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui persyaratan tipe file apa saja yang bisa diterima oleh Shutterstock untuk disubmit. Bagi yang belum mempunyai akun Shutterstock, silahkan daftar dengan mengikuti caranya disini. Syarat File Yang Bisa Diterima Shutterstock Syarat upload foto atau file di Shutterstock disamping dilihat dari resolusi juga dari kualitas dari foto. 1. Resolusi dan Jenis File Persyaratan Shutterstock yang paling utama adalah file yang disubmit harus dalam format .jpg untuk foto atau format .eps untuk vector dengan resolusi minimal 4 Megapixel. Ingat ya Megapixel MP bukan Megabyte MB. Apa sih bedanya? Megapixel menyangkut dimensi dari sebuah file sedangkan Megabyte merupakan besar size dari file tersebut. Megapixel didapatkan dengan mengalikan ukuran panjang x lebar dari sebuah foto. Anda bisa mengeceknya pada menu details di HP atau camera Anda seperti contoh berikut. Pertama-tama pilihlah foto yang akan dicek resolusinya. Jika lewat HP pilih menu details, kemudian akan terlihat detail dari foto yang berisi informasi tanggal pengambilan, size foto dalam MB dan ukuran panjang x lebar dari foto. Pada contoh di atas dimensi dari foto adalah 4160×6240. Jika kita kalikan maka hasilnya adalah 25,958,400 atau sekitar 25MP. Karena resolusi dari foto tersebut > 4MP maka memenuhi syarat untuk disubmit ke Shutterstock. 2. Jenis dan Kualitas Foto Jenis foto bebas tidak dibatasi. Foto apa saja bisa Anda submit ke Shutterstock asalkan memiliki kualitas yang bagus. Kualitas yang dimaksud adalah foto tersebut mempunyai ketajaman yang bagus, fokus tidak blur/buram, tidak ada noise bintik-bintik, tidak terlalu terang atau terlalu gelap, editingnya tidak berlebihan dan lain sebagainya. Pastikan pula foto yang akan Anda submit komposisinya oke dan tidak ada watermark. Untuk awal-awal belajar, siapkan foto yang tidak ada orang, tidak terdapat tulisan atau merk dan bukan foto bangunan terkenal karena Anda akan diminta Model Release atapun Property Release. Cara membuatnya akan saya bahas di artikel yang lain. Cara Submit Foto di Shutterstock Untuk Usage Commercial Setelah Anda menyiapkan foto-foto yang akan di-upload, maka Anda harus melalui 3 tahapan berikut ini. 1. Upload Foto Ada beberapa cara untuk upload foto di Shutterstock. Anda bisa upload melalui browser, melalui aplikasi Shutterstock Contributor yang sudah Anda install di HP atau bila file dalam jumlah sangat banyak Anda bisa menggunakan FTP seperti Filezilla. Bila upload melalui browser, klik tombol Upload Images yang berwarna merah di sebelah kiri atas. Kemudian pada halaman selanjutnya tarik dan drop foto di halaman tersebut atau klik “Select multiple files” dan pilih foto yang akan diupload di file Anda. Jika semua foto sudah selesai diupload klik tombol next dan Anda akan dibawa ke halaman “To submit”. 1. Klik tombol Upload Images 2. Drag and drop foto ke kotak yang tersedia 3. Klik “Next” jika sudah 100% terupload 4. Foto siap diisi metadata sebelum disubmit. Jika melalui HP, terlebih dahulu install aplikasi Shutterstock Contributor kemudian cari menu upload di bagian paling bawah dengan symbol tanda panah ke atas. Selanjutnya klik tanda plus di bagian pojok kanan atas dan pilih foto yang akan diupload. 1. Install aplikasi Shutterstock Contributor di HP. 2. Klik simbol tanda panah ke atas untuk upload foto. 3. Klik tanda “+” di bagian atas untuk mencari foto yang akan diupload. 4. Pilih foto yang akan diupload. 5. Tunggu proses upload sampai 100%. Bila muncul failed tidak masalah karena biasanya foto sudah terupload. 2. Metadata Yang dimaksud metadata disini adalah deskripsi, kategori dan keyword yang berguna untuk membantu orang menemukan foto Anda di Shutterstock. Untuk proses metadata ini Anda bisa melakukannya melalui browser dengan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Pilih foto sejenis bisa lebih dari 1 foto dengan cara mencentang pada foto yang akan dilengkapi metadata. Disini saya memilih 12 foto Tempe Orek. 2. Sebelum mengisi metadata, pilih “Photo” untuk image type dan “Commercial” untuk usage. Khusus untuk usage “Editorial” akan saya bahas di artikel yang lain. 3. Untuk mengisi deskripsi atau judul harus dalam bahasa Inggris. Buatlah judul sedetail mungkin, minimal terdiri dari 5 kata dan maksimal terdiri dari 200 karakter/huruf. Anda bisa memanfaatkan google translate atau mencontek dari deskripsi foto yang mirip kemudian dimodifikasi sesuai isi foto. Misalnya, untuk foto Tempe Orek yang saya upload, saya beri deskripsi sesusai apa yang ada di foto yaitu “Tempe Orek or Tempeh Sweet Soy Sauce is an Indonesian traditional food made from tempeh with sweet soy, spices and green chili. Served in white plate on wooden table. Selective focus“. 4. Selanjutnya pilih jenis kategori. Terdapat 2 pilihan kategori, anda bisa memilih salah satu atau dua-duanya. Misal, untuk foto Tempe Orek untuk category 1 pilih “Food and Drink” dan category 2 bisa dikosongkan atau pilih yang sesuai misal “Object”. Paling bawah terdapat menu Release, bisa Model Release atau Property Release. Jika foto yang Anda submit ada orangnya maka wajib menyertakan file Model Release. Sedangkan jika foto tersebut terdapat sebuah bangunan, karya seni atau desain lainnya maka Anda wajib menyertakan file Property Release. Tunggu pembahasan tentang Release pada artikel yang lain. 5. Langkah terakhir yaitu mengisi “Keyword” atau kata kunci. Shutterstock telah menyediakan beberapa “Keyword suggestion” di paling bawah. Lebih bagusnya pakailah fitur “Keyword Tool” yang ada di menu paling atas agar keyword yang didapat bisa lebih banyak dan sesuai. Caranya klik tool tersebut dan Anda akan dibawa ke halaman pencarian keyword. Nanti akan muncul otomatis foto yang mirip, atau Anda bisa memasukkan kata kunci yang cocok dengan foto yang Anda submit. Misal masukkan kata kunci “Tempe Orek” lalu klik lambang kaca pembesar di sebelah kanan, maka muncul foto-foto yang mirip dengan foto yang Anda submit. Anda tinggal memilih 3 foto atau lebih dari hasil pencarian tersebut, sehingga muncul keyword-keyword yang sesuai di sebelah kanan. Pilih maksimal 50 keyword yang tepat untuk foto Anda. Jika keluar kotak merah pada keyword yang Anda masukkan, itu artinya spellingnya salah atau keyword tersebut bukan bahasa Inggris. Misalkan Anda ingin mempertahankan keyword tersebut karena tidak bisa tergantikan, maka Anda tinggal klik “Mark all keywords as correct”. Jika sudah selesai klik tombol “Attach to selected” di bagian paling bawah dan klik save untuk menyimpan. 3. Submit Foto Langkah terakhir adalah submit foto untuk dikurasi atau di review oleh Shutterstock. Pilih foto yang akan di-submit, bisa saja Anda memilih beberapa foto yang setema kemudian klik tombol “Submit” di bagian paling bawah. Foto akan di-review maksimal dalam waktu 5 hari kerja. Tapi biasanya lebih cepat, bahkan bisa hanya dalam hitungan menit. Hasil review dari kurator bisa disetujui approved atau ditolak reject. Shutterstock akan memberitahukan alasan kenapa foto kita ditolak sehingga kita bisa memperbaikinya dan coba untuk submit ulang. Foto yang disetujui akan muncul di halaman portofolio Anda dan siap dijual. Saran saya jangan baperan jika foto direject, tetap semangat perbaiki apa yang kurang dan jika masih direject juga maka tinggalkan dan upload foto lainnya. Untuk foto-foto yang sudah diisi metadata bisa Anda simpan sementara dan disubmit dengan cara dicicil untuk menghindari similar content dianggap mirip sehingga direject. Tapi ingat, dalam jangka waktu 21 hari bila tidak disubmit, maka foto tersebut akan dihapus oleh Shutterstock. Saran saya jangan baperan jika foto direject, tetap semangat perbaiki apa yang kurang dan jika masih direject juga maka tinggalkan dan upload foto lainnya. Rahasia Agar Foto Sering Terjual dan Dapat Harga Tinggi di Shutterstock Agar foto sering terjual di Shutterstock yang paling utama adalah foto Anda harus mudah ditemukan oleh pembeli. Adapun beberapa tips dari apa yang saya lakukan selama ini yaitu sebagai berikut Isi deskripsi dan keyword selengkap mungkin karena itu akan berpengaruh di halaman pencarian Shutterstock. Bila foto Anda bisa tampil di halaman 1 pencarian, maka kemungkinan dibeli oleh customer akan semakin besar. Rajin-rajinlah submit foto secara continue setiap hari agar kita dianggap aktif. Bila perlu bagikan foto-foto portfolio kita ke social media seperti pinterest, instagram, facebook dsb. Upload foto sebanyak-banyaknya, kejarlah kuantitas terlebih dahulu sehingga peluang untuk terjual lebih besar. Imbangi dengan dengan kualitas foto yang berbobot dan dibutuhkan pembeli. Upload berbagai jenis foto supaya kemungkinan terjualnya besar. Gunakan fasilitas “Shot List” yang disediakan oleh Shutterstock untuk mengetahui foto-foto apakah yang laku bulan depannya. Temukan foto yang jadi andalan Anda, dimana foto tersebut banyak dicari dan dihargai tinggi. Bukan hal yang mustahil jika Anda sudah memiliki foto andalan, maka tiap bulan bisa payout walaupun hanya laku beberapa foto karena dapat harga tinggi dari foto andalan tersebut. Cara menemukan fasilitas “Shot List” dari Shutterstock Perlu diingat, cara jual foto di Shutterstock di atas tidak menjamin Anda akan mendapatkan hasil yang seketika ataupun secara instant. Dibutuhkan proses yang panjang, kerja keras dan konsistensi. Jika kita terus berusaha, niscaya hasilnya tidak akan mengkhianati.
cara upload editorial di shutterstock